JENEPONTO – Pekerjaan sumur bor di lingkungan Bungung Lompoa–Sarroanging, Kelurahan Tolo’ Kota, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto menuai sorotan. Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya lantaran proyek yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih justru tak memberikan manfaat maksimal.
Salah satu warga setempat menyebut, hingga kini hanya segelintir rumah yang bisa menikmati aliran air dari sumur bor tersebut. Itu pun setelah warga berinisiatif menambahkan mesin pendorong sendiri agar air bisa sampai ke rumah mereka.
“Bentuknya seperti itu. Hanya satu dua rumah yang bisa dapat air,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, sumur bor tersebut tidak dilengkapi dengan tower penampung air dan hanya mengandalkan mesin celup biasa. Akibatnya, aliran air tidak kuat menjangkau rumah-rumah warga.
“Kami tambahi mami mesin pendorong ini, Karaeng, supaya bisa teraliri warga lainnya,” tambahnya.
Saat ini, baru sekitar tujuh rumah yang teraliri air dari sumur bor tersebut.
Proyek sumur bor itu disebut-sebut berasal dari aspirasi anggota DPRD Jeneponto dari Partai Golkar, Irsal Karaeng Lagu.
Ketua Tim Investigasi Listing Berita, Zainal Romo, turut menyoroti kondisi proyek tersebut. Ia yang turun langsung ke lokasi menyayangkan pelaksanaan pekerjaan yang terkesan asal jadi.
“Seharusnya dibangun tower dan memakai mesin berkapasitas tinggi agar kuat daya dorong air. Ini tidak maksimal,” ujar Daeng Romo, sapaan akrab Zainal.
Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan mengusut proyek yang menggunakan dana negara itu.
“Setiap rupiah dari uang negara wajib dipantau pelaksanaannya agar masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya,” tegasnya.
