JENEPONTO – Kondisi Jalan Poros penghubung Desa Kalumpang Loe-Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menuai sorotan tajam dari anggota DPRD Jeneponto.
Anggota Komisi III DPRD Jeneponto, H. Mustafa Rola, secara langsung melakukan pemantauan dan merekam kondisi jalan yang diduga bermasalah.
Dalam video investigasi yang direkam di lokasi, terlihat aspal jalan sudah terkelupas dan rusak pada titik STA 0+550, meski proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan.
Dalam rekaman itu, Mustafa tampak menggeruk agregat halus aspal menggunakan tangan kosong, memperlihatkan lemahnya struktur lapisan aspal.
“Terkait dengan kelayakan aspal ini, layak atau tidak ini, warga harus perhatikan,” ujar Mustafa dalam video tersebut dengan nada kritis.
Ia menegaskan, persoalan jalan tersebut bukan sekadar soal pemeliharaan.
“Jadi jangan berprinsip ada pemeliharaan jalan. Dari awal pekerjaan ini memang tidak becus,” tegasnya.
Mustafa juga meminta perhatian serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) terkait kualitas pekerjaan jalan ruas Pamengkang Bulo-bulo (Desa Kalumpang Loe) hingga Palajau.
“Ini perlu perhatian serius dari APH. Terima kasih, ini sekadar support dan sumbangsih saran saja terkait pekerjaan jalan,” katanya.
Saat dikonfirmasi langsung, Mustafa mengungkapkan jika video tersebut diambil pada 1 Januari 2026, atau hanya sehari setelah masa kontrak pekerjaan berakhir pada Desember 2025.
Ia juga membeberkan temuan lain di lapangan.
“Itu aspal lama di bawahnya,” ungkap Mustafa, Minggu (4/1/2026)
Menurutnya, pihak terkait sempat melakukan pengukuran ketebalan aspal menggunakan metode core drill, namun diduga tidak sesuai prosedur.
“Yang di core drill itu justru aspal lama. Dia tidak tambal dulu dengan aspal baru lalu dibor. Tapi nanti semua ini akan kita ungkap saat RDP dengan pihak terkait,” pungkasnya.
Kabid Bina Marga Dinas PU Jeneponto, Mashuri yang dikonfirmasi menyampaikan tanggapannya dengan menunjukkan video saat memperbaiki jalan tersebut.
“Rusak akibat adanya ban luar yang bercampur material aspal, sehingga kami bongkar dan perbaiki kembali,” kata Mashuri dalam video yang ia dikirim, Selasa (6/1/2026) malam
“Tadi sudah dilaksanakan uji ketebalan dan Alhamdulillah sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” sambungnya.
Rusaknya jalan tersebut, menurut dia, bukanlah kelalaian.
“Ini bukan kelalaian karena belum ada serah terima pekerjaan,” tegasnya.
Diketahui, pekerjaan proyek jalan sepanjang 3,94 kilometer tersebut dimulai pada September-Desember 2025 dengan nilai anggaran Rp 6,4 miliar.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir bahkan kerap memantau langsung pekerjaannya mulai saat MC 0, pengaspalan hingga pengecoran pinggir aspal.
