Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Masjid Jeneponto Masih Misterius, Polisi Bergerak

Gambar ilustrasi ( laporan Jurnalis Listing Berita Rola )

JENEPONTO – Satuan Reserse Kriminal Polres Jeneponto memburu terduga pelaku pencabulan anak di depan toilet Masjid Agung, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban adalah NA (14), siswi kelas 3 SMP.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman Matasa menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengungkap identitas pelaku dalam kasus tersebut.

“Kita akan melakukan pengungkapan siapa pelakunya terhadap peristiwa itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).

Ia menyampaikan, penyidik masih mendalami laporan pengaduan oleh pihak korban.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga akan memanfaatkan teknologi untuk mengungkap pelaku.

Termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

“Yang jelas kita akan pelajari CCTV yang ada di sekitar situ,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya Seorang ibu rumah tangga berinisial NN melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan yang dialami anaknya, NA (14) ke Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Peristiwa tersebut terjadi di tempat wudhu wanita depan toilet, Masjid Agung, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 21:00 Wita.

Kejadian bermula saat NA bersama temannya NI (16) singgah di lokasi untuk membuang air.

Tak lama, seorang pria masuk ke area tempat wudhu wanita dan melakukan perbuatan cabul terhadap anak NN yakni NA.

“Anakku langsung dipeluk dari arah belakang, kemudian melawan akhirnya kancing bajunya copot satu,” kata NN menceritakan kronologi dialami anaknya.

Merasa terancam, NA sempat berteriak meminta pertolongan.

Namun teriakan tersebut tidak mendapat respons dari orang sekitar.

“Pelaku dan temannya ada lima orang, anakku mau jalan keluar tapi dihadang sama temannya pelaku,” ujarnya.

“Tapi ada satu orang temannya pelaku bilang jangko tawwa apa-apai anaknya orang,” lanjutnya.

Dalam kondisi panik, NA bersama NI berusaha melepaskan diri.

Keduanya lalu berlari menuju sepeda motor yang digunakan dan pergi meninggalkan lokasi.

“Anakku lari sampai ke Lapangan Pastur tapi masih dikejar,” sebutnya.

Di Pastur, korban dan rekannya meminta pertolongan kepada seseorang untuk bersembunyi.

Sementara pelaku, ikut mengejar menggunakan sepeda motor jenis CRV.

Pelaku bahkan mondar-mandir di Lapangan Pastur mencari NA dan NI.

“Belum ditahu siapa pelakunya, yang jelas tidak baku kenal sama anakku dan pelaku ini sudah dewasa,” tuturnya.

Saat dirasa aman kata NN, korban kemudian pulang dan memberitahukan peristiwa tersebut kepada dirinya.

Kemudian melakukan pelaporan resmi di Polres Jeneponto di malam yang sama.



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *