BULUKUMBA,- Polemik kasus banyaknya guru dan ASN yang dimutasi tiba tiba, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris memberikan respon.
Dirinya mengaku akan segera mengagendakan untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait yakni BKPSDM dan juga dinas pendidikan Bulukumba.
Syahruni mengaku telah mendorong Komisi IV untuk menelusuri aduan ketiga ASN tersebut untuk kemudian dibahas lebih jauh.
“Saya juga menerima banyak aduan lewat WA terkait kasus ini, dan meminta Komisi IV untuk melakukan RDP dengan menghadirkan Dinas Pendidikan dan BKPSDM agar dapat di konflontif,” ujar Syahruni.
Syahruni juga memastikan untuk menggali informasi, termasuk variabel dilakukan mutasi kepada banyaknya guru dan ASN, apakah memang karena kebutuhan, punishment atau variabel lainnya.
“Tapi kan harus dilihat dulu, disampaikan dulu ke yang bersangkutan kalau memang ASN nya misalnya tidak mampu kan tidak bisa juga dipaksakan,”jelasnya.
Polisti Partai Gerindra juga mengatakan bahwa bila itu berbentuk Punishment. Dasar menghukumnya seperti apa dan apa hal lain penyebab mereka di hukum. Harus jelas kepindahan bukan karena ada hal lain yang tidak objektif.
Syahruni mengingatkan semua pihak, bila persoalan guru ini sangat sensitif,maka benar-benar harus berhati-hati, jangan sampai niatnya baik justru ujungnya tidak efektif dan efesien baik sama guru dan juga anak anak didik sendiri.
“Kita harus juga jaga psikologisnya guru, bagaimana bisa mengajar kalau psikologisnya guru tidak bagus, yakinlah kalau guru dongkol pasti tidak bisa mengajar dengan baik,”tutupnya.