IMF Sebut Indonesia sebagai ‘Titik Terang’ Ekonomi Global, Menteri Keuangan Ungkap Dasarnya

Menko Perekonomian: IMF Akui Indonesia sebagai ‘Titik Terang’ Ekonomi Dunia

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dinobatkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai salah satu ‘titik terang’ (bright spot) dalam perekonomian global, ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa. Pengakuan ini didasari oleh fundamental ekonomi yang kuat serta pengelolaan kebijakan yang kredibel, meskipun kondisi global tengah diwarnai ketidakpastian.

“IMF memuji Indonesia sebagai titik terang dalam ekonomi global karena memiliki fundamental ekonomi yang kuat,” kata Purbaya dalam keterangan resmi usai pertemuan dengan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, pada Senin (21/4/2025).

Dukungan IMF terhadap Fondasi Ekonomi Indonesia

Selama pertemuan tersebut, Purbaya menekankan posisi fiskal Indonesia yang solid serta cadangan anggaran yang memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Hal ini dinilai semakin krusial mengingat volatilitas pasar keuangan global yang masih berlangsung.

“IMF juga memberikan apresiasi atas kredibilitas dan konsistensi kebijakan yang diterapkan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi,” imbuhnya. Pujian ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap pengelolaan ekonomi oleh pemerintah Jakarta.

Reformasi Struktural untuk Pertumbuhan 8 Persen dan Visi 2045

Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Kelompok Bank Dunia, Ajay Banga, Purbaya menyampaikan sejumlah reformasi struktural yang tengah digulirkan pemerintah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka menengah sebesar 8 persen per tahun.

Beberapa inisiatif utama yang diuraikan antara lain:

  • Percepatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah domestik;
  • Perluasan infrastruktur digital guna mendukung transformasi ekonomi;
  • Perbaikan iklim investasi untuk menarik modal asing dan domestik;
  • Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sistem pembiayaan yang terintegrasi;
  • Pengurangan informalitas tenaga kerja serta pengembangan sektor bernilai tambah tinggi seperti jasa.

Purbaya juga menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi, terutama melalui pengembangan sumber energi terbarukan seperti geothermal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

Bank Dunia Siap Dukung Agenda Pembangunan Indonesia

Menurut Purbaya, Bank Dunia menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui kerangka kerja kemitraan negara (Country Partnership Framework/CPF). Bank Dunia bahkan mendorong pemerintah Indonesia untuk segera menyerahkan program prioritas yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Pertemuan Bilateral dengan Pemimpin Global untuk Perkuat Kerja Sama

Purbaya juga turut menghadiri IMF-World Bank Spring Meetings 2025 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, ia melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin ekonomi global, antara lain:

  • Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD);
  • Lan Fo’an, Menteri Keuangan Tiongkok;
  • Andrzej Domański, Menteri Keuangan dan Ekonomi Polandia; serta
  • Jim Chalmers, Menteri Keuangan Australia.

Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk memperdalam kerja sama ekonomi Indonesia dengan berbagai negara, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pernyataan Terkait

Pernyataan Menteri Purbaya ini sejalan dengan sejumlah pemberitaan sebelumnya mengenai ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya juga menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi yang solid, meski dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.

Sumber: en.antaranews.com



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *