JENEPONTO, — Dugaan limbah dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jeneponto Binamu Empoang Selatan 2 yang berlokasi di Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor DPRD Jeneponto, dikeluhkan warga sekitar.
Limbah tersebut diduga mengalir hingga ke badan Jalan Pahlawan dan tergenang di depan Toko Ainika Gital Printing, menimbulkan bau tak sedap yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di lokasi itu.
Genangan air yang mengeluarkan aroma busuk disebut terjadi hampir setiap hari. Kondisi ini paling dirasakan oleh karyawan percetakan yang beraktivitas di depan toko.
“Air yang tergenang ini baunya busuk sekali dan kami rasakan setiap hari,” ungkap salah satu karyawan.
Warga menilai, apabila genangan air berbau tersebut benar bersumber dari aktivitas dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Banyu Urip Sejahtera, maka kelayakan sistem pengelolaan limbah dan operasional dapur patut dipertanyakan.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga dinilai berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak SPPG Jeneponto Binamu Empoang Selatan 2 terkait dugaan tersebut.