BULUKUMBA, – Di tengah perjuangan melawan sakit yang telah menahun, Bilqis, warga pesisir Dusun Tanetang, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, mendapat uluran tangan dari personel Polair Bulukumba.
Kunjungan yang dilakukan pada Jumat (23/10/2026) itu bukan sekadar silaturahmi. Danpos Polair Bulukumba, Bripka Afrianus Sambo, datang membawa bantuan berupa alat terapi dan obat-obatan untuk membantu meringankan beban Bilqis dalam menjalani pengobatan.

Bagi Bilqis, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang berarti di tengah perjuangannya menghadapi penyakit yang telah lama diderita.
“Sebagai bentuk kepedulian kami kepada warga, kami menyerahkan bantuan berupa alat terapi dan juga obat-obatan. Sekiranya, dengan ini bisa meringankan beban Bapak Bilqis,” ujar Bripka Afrianus Sambo saat mengunjungi Bilqis di rumahnya.
Afrianus menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata menjalankan tugas penegakan hukum. Lebih dari itu, polisi juga diharapkan hadir membawa manfaat dan menjadi bagian dari masyarakat yang saling menguatkan.
“Kami berharap kehadiran kami di sini tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi bisa lebih dari itu. Kehadiran kami bisa memberi manfaat bagi warga dengan berbagi, baik dalam bentuk bantuan moril maupun materil,” tambahnya di sela-sela kegiatan sosial tersebut.
Sementara itu, Bilqis tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih banyak, Pak, atas bantuannya. Semoga ini bisa meringankan sakit saya yang sudah menahun ini,” ucap Bilqis.
Bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta menghapus rasa sakit yang selama ini dirasakan Bilqis. Namun, perhatian yang diberikan menjadi pengingat bahwa di tengah perjuangan menghadapi penyakit, masih ada kepedulian yang datang menguatkan.
Melalui aksi sosial ini, Polair Bulukumba menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Sebab, bagi mereka yang tengah berjuang melawan sakit, uluran tangan dan perhatian tulus bukan sekadar bantuan. Keduanya dapat menjadi penguat untuk terus menjalani hari, di tengah perjuangan yang belum usai.








