Diduga Tak Terima Diberitakan, Pria di Takalar Aniaya Wartawan

Gambar Ilustrasi Penganiayaan

TAKALAR, – Seorang jurnalis media online berinisial S diduga menjadi korban penganiayaan dan ancaman pembunuhan oleh pria bernama Bambang, warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu diduga dipicu pemberitaan terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan dugaan penganiayaan anak yang menyeret nama pelaku.

Insiden tersebut terjadi di pos penjagaan Perumahan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat (22/5) sekitar pukul 16.55 Wita.

Korban menuturkan, saat itu dirinya sedang berada di pos security perumahan sebelum pelaku datang dalam kondisi emosi.

“Pelaku tiba-tiba datang menghampiri saya, lalu mengambil barang-barang yang ada di atas meja dan melemparkannya ke arah saya,” ujar S kepada wartawan, Sabtu (23/5).

Tak lama kemudian, pelaku disebut turun dari sepeda motor dan melakukan pemukulan secara berulang.

“Dia memukul wajah saya menggunakan buku tebal milik security sebanyak tiga kali. Selain itu, dia juga memukul bagian perut dan tangan saya,” katanya.

Korban juga mengaku mendapat cacian, diludahi, hingga diancam akan dibunuh.

“Pelaku mengatakan semua wartawan yang memberitakan dirinya adalah wartawan palsu. Dia juga mengancam akan membunuh wartawan,” ungkapnya.

Menurut korban, kemarahan pelaku diduga dipicu pemberitaan terkait kasus dugaan KDRT dan penganiayaan anak yang sempat viral pada Januari 2026.

Dalam video yang beredar di media sosial, pelaku disebut terekam melakukan kekerasan terhadap anak dan mantan istrinya.

Korban menyebut kasus dugaan KDRT dan penganiayaan tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Takalar.

Namun, hingga kini proses penanganannya disebut belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

“Kasus dugaan KDRT dan penganiayaan yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Takalar sampai sekarang belum ada kejelasan penanganan,” ujarnya.

Sementara itu, korban telah melaporkan dugaan penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang dialaminya ke Polres Takalar.

“Saya sudah melaporkan tindakan pemukulan dan ancaman pembunuhan ini ke pihak berwajib. Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

 



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *