JENEPONTO – Kapal yang menabrak KLM Asia Mulia yang hilang tenggelam di perairan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (19/6/2025) belum berhasil diidentifikasi.
Hal itu mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Jeneponto, Haryanto, karena lokasi kejadian hanya berjarak 9 mil dari Kantor Syahbandar Jeneponto.
Haryanto menilai, insiden tersebut menunjukkan lemahnya sistem pengawasan lalu lintas laut di wilayah Jeneponto yang banyak dilintasi kapal besar.
Menurut Haryanto, mestinya ada alat yang lebih canggih dipasang di perairan Jeneponto agar kapal yang melintas bisa terdeteksi
” di Syahbandar Jeneponto ini bisa diadakan alat pendeteksi karena disini perlintasan kapal-kapal besar,” kata Haryanto kepada Wartawan di Kantor Syahbandar Jeneponto, Sabtu (21/6/2025) sore.
Haryanto juga menyampaikan, dirinya terus berkoordinasi dengan BPBD Jeneponto untuk memastikan proses pencarian korban berjalan maksimal.
Sebagaimana diketahui, dari total delapan ABK, lima orang berhasil ditemukan selamat sementara tiga lainnya masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
“Saya seringkali mengontak pihak BPBD untuk memaksimalkan pencarian, alhamdulillah teman-teman di BPBD selalu cepat merespon untuk melaporkan perkembangan saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Syahbandar Jeneponto belum bisa memberikan konfirmasi terkait lemahnya sistem pengawasan lalu lintas laut.