Sejumlah Raja dan Tokoh Adat Nusantara Hadiri HUT ke-25 Lembaga Adat Bangkala Jeneponto

Peringatan Hari Jadi Lembaga Adat Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala Ke 25 Tahun

JENEPONTO, – Peringatan Hari Jadi Lembaga Adat Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala Ke 25 Tahun, dan dirangkaikan Silaturahmi Akbar, berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah raja, Karaeng dan Tokoh adat dari berbagai daerah di sulsel, Minggu 10 Mei 2026.

Pantauan di lokasi, acara yang digelar di Balla Lompoa Bangkala, Kecamatan Bangkala itu dihadiri langsung oleh
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masyarakat Adat Nusantara (Matra), Andi Bau Malik Karaeng Barangmamase, Andi Abd Waris Dg Sioja Karaeng Marusu, Pemangku adat Laikang, Andi Syukwansah Karaeng Laikang, Andi Makmur Sadda Puang Mu, Pemangku Adat Binamu Khaidir Karaeng Bulu, dan Pemangku adat Tanah Beru, Andi Pamenery,

Selain itu, hadir juga memeriahkan kegiatan tersebut, tokoh Masyarakat Jeneponto, Iksan Iskandar Karaeng Ningra dan perwakilan kerajaan sahabat serta tokoh Adat Masyarakat Jeneponto.

Kehadiran para pemangku adat ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan silaturahmi antar kerajaan se-Sulsel. Ketua Lembaga Adat Bangkala Saiful Mustamu Karaeng Moncong mengatakan, momen ini sangat bersejarah. “Ini pertama kalinya peringatan hari jadi Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala dihadiri langsung oleh para raja. Ini bukti bahwa adat masih hidup dan dihormati,” ujarnya dengan nada terharu.

Acara diawali dengan prosesi penyambutan tamu agung diiringi musik gendang tradisional, dan berbagai kegiatan lainnya. Suasana semakin khidmat saat para raja duduk bersama di kursi yang sudah disiapkan dan mengikuti ritual acara peringatan Hari Jadi lembaga Adat Bangkala ke 25 Tahun.

Tamu kehormatan adat yang diwikili Iksan Iskandar Karaeng Ningra dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga adat di era modern yang serba digital. “Adat adalah akar. Kalau akar kuat, pohon tidak mudah tumbang. Lembaga adat harus jadi benteng budaya untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Untuk itu, saya mengapresiasi adanya pengukuhan sayap Pemuda-pemudi adat “Pattaba Anak Karaeng Ri Bangkala,” Ia meminta kepada Pemuda pemudi adat untuk bersenergi dengan pemerintah membangun daerah Jeneponto.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Adat adalah mitra strategis untuk menjaga ketertiban dan kerukunan warga,” katanya.

Rangkaian acara ditutup dengan makan bersama masakan Tradisional Gantala Jarang. Sekitar 300-an warga yang hadir tampak antusias menyaksikan para raja berbaur langsung dengan masyarakat.

Ketua Panitia Hari Jadi Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala, Mallombasang Kapi, menyebut persiapan acara sudah dilakukan sejak 1 bulan lalu. “Kami bersyukur semua berjalan lancar. Ini jadi energi baru untuk Lembaga Adat agar semakin solid,”

Kegiatan ini baru pertama kali kita lakukan selama terbentuknya lembaga adat Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala. ” Ini baru pondasi kita mulai, tahun depan kita lakukan pesta adat yang lebih besar lagi,” ujarnya.



banner 200x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *