JENEPONTO – Penyebab insiden tenggelamnya KLM Asia Mulia di Perairan Bantaeng – Jeneponto Kamis (19/6/2025) lalu hingga kini belum diketahui secara pasti.
Namun, Pihak Syahbandar Jeneponto mengungkapkan, ada 4 ( empat )
kapal diduga sebagai penabrak KLM Asia Mulia berhasil diidentifikasi.
Identifikasi empat kapal tersebut merupakan hasil analisis lalu lintas pelayaran yang dikeluarkan Vessel Traffic Service (VTS) Makassar.
“Ada sekitar empat kapal, saat ini kita masih ada tahap pendalaman jadi sudah ada bahan mentah tinggal kita olah,” Jelas Kepala Kantor Syahbandar Jeneponto, Arman Saleh, Jumat (27/6/2025).
Arman menyampaikan, empat kapal tersebut akan disinkronkan dengan berita acara korban Anak Buah Kapal ( ABK ) KLM Asia Mulia yang berhasil diselamatkan.
Pihaknya meminta agar proses penyelidikan lebih lanjut segera dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
“Dari data VTS sudah ada, nantinya kan akan mengerucut tadinya ada 9 kapal mungkin jadi 4 atau 3. Setelah mengerucut kami sampaikan potensinya, nanti PPNS kamilah yang akan menindaklanjuti untuk penyelidikan,” Ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada kapal yang diduga melakukan tabrakan untuk segera bersikap kooperatif.
“Kami minta pelaku tabrakan segera melapor secara terbuka. Ini demi kejelasan dan keadilan bagi korban,” Ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, KLM Asia Mulia dilaporkan tenggelam usai diduga ditabrak lari oleh sebuah kapal besi di perairan Kabupaten Bantaeng pada Kamis (19/6/2025) pukul 04:00 Wita.
Lima ABK berhasil selamat, sementara tiga orang lainnya belum ditemukan hingga saat ini.
KLM Asia Mulia juga mengangkut 57 ekor kerbau dan ikut tenggelam bersama kapal.
Basarnas Makassar telah mengerahkan satu kapal bantuan untuk mendukung pencarian.
Melibatkan unsur TNI AL, BPBD Bantaeng-Jeneponto, Syahbandar dan relawan setempat.
Sekedar pemberitahuan, KLM Asia Mulia melakukan rute pelayaran dari Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin 16 Juni 2025.
Kapal tersebut rencananya sandar di Pelabuhan Bungeng, Jeneponto, namun naas mengalami kecelakaan.
Lima kru kapal yang selamat ditemukan terombang-ambing oleh nelayan dan dievakuasi ke Kantor Syahbandar Jeneponto.
*Berikut data korban selamat:
– Ebit, asal Kajuara, Bone
– Asrul, asal Kajuara, Bone
– Pance, asal Alor, NTT
– Supri, asal Alor, NTT
– Harun, asal Alor, NTT
*Korban yang masih dalam pencarian:
– Supriadi (Kapten Kapal) asal Kajuara, Bone
– Asdar, asal Kajuara, Bone
– Aldi, asal Kajuara, Bone






